Secara Bahasa Akikah Berarti: Makna, Hukum, dan Pelaksanaannya

Secara Bahasa Akikah Berarti: Makna, Hukum, dan Pelaksanaannya

Pengertian Akikah Secara Bahasa

Secara bahasa, akikah berarti “memotong” atau “menghilangkan sesuatu yang menutupi”. Kata ini berasal dari bahasa Arab “al-‘Aqq” yang bermakna memotong atau memutus. Dalam istilah lain, akikah juga sering diartikan sebagai rambut bayi yang baru lahir. Hal ini karena pada praktik aqiqah, rambut bayi dipotong sebagai simbol kesucian dan penghapusan kotoran yang melekat sejak lahir.

Jadi, secara bahasa akikah memiliki dua makna penting:

  1. Memotong – baik itu hewan sembelihan maupun rambut bayi.
  2. Rambut bayi – yang kemudian dicukur bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah.

Pengertian Akikah Secara Istilah

Secara istilah syariat, aqiqah adalah penyembelihan hewan ternak sebagai bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran seorang anak. Hewan yang disembelih biasanya kambing atau domba. Aqiqah juga disertai dengan mencukur rambut bayi, memberi nama yang baik, serta mendoakan keberkahan bagi si kecil.

Hukum Aqiqah dalam Islam

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu. Artinya, pelaksanaan aqiqah akan mendapatkan pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa.

Beberapa dalil yang menjadi dasar pelaksanaan aqiqah antara lain:

  • Sabda Rasulullah SAW:
    “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah dianjurkan dilakukan pada:

  • Hari ketujuh setelah kelahiran anak.
  • Jika tidak memungkinkan, maka bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21.
  • Ulama membolehkan pelaksanaan aqiqah di waktu setelahnya, selama orang tua masih mampu.

Jumlah Hewan Aqiqah

  • Untuk anak laki-laki: dua ekor kambing/domba yang sepadan.
  • Untuk anak perempuan: satu ekor kambing/domba.

Jika orang tua hanya mampu satu ekor kambing untuk anak laki-laki, maka hal itu tetap sah sebagai aqiqah.

Hikmah dan Manfaat Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki banyak hikmah, antara lain:

  1. Bentuk syukur kepada Allah atas kelahiran anak.
  2. Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
  3. Menguatkan ikatan sosial, karena daging aqiqah dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan tetangga.
  4. Doa dan harapan baik bagi anak, agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat.
  5. Menghapus kotoran dengan mencukur rambut bayi, sebagai simbol kesucian dan permulaan hidup yang bersih.

Penutup

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa secara bahasa aqiqah berarti memotong dan dalam praktiknya mencakup pemotongan hewan serta rambut bayi. Sedangkan secara syariat, aqiqah adalah bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebagai wujud syukur atas anugerah kelahiran anak.

Dengan memahami makna bahasa dan istilah aqiqah, diharapkan umat Islam bisa lebih menghayati nilai ibadah ini, tidak sekadar sebagai tradisi, tetapi juga sebagai amal yang mendatangkan berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *